Inovasi & Elegan

25 11 2008

Inovasi bagi sebagian orang termasuk diriku sendiri selalu membayangkan tentang teknologi yang baru. Ibarat Handphone tidak sekedar telpon seluler dan SMS tetapi lebih dari itu Mp3 Player, MMS, GPRS, Browsing, Dan sebagainya. Belum lagi dengan padanan kata Elegan, persepsi ku malah tentang keindahan, estetika, keanggunan dan mengesankan. Ibarat cewek cuakep, cuantik, cuaem dan sebagainyalah.

Pikiran ku sedikit terbuka setelah membaca Buku The Elegant Solution: Rumus Sukses Toyota Menguasai Inovasi” yang di tulis oleh Matthew E. May Tahun 2007. Di dalam buku itu banyak di jelaskan apa pergertian sebenarnya Inovasi Elegan, sejauhmana pengaruhnya dengan sebuah perusahaan terbesar di jepang (Toyota), serta rahasia sukses perusahaan itu sendiri.

Mengutip sedikit dari buku itu

“….setiap kali kata inovasi disebut orang langsung berpikir tentang teknologi. Sesungguhnya inovasi bisnis adalah tentang kepuasan dan nilai, bukan teknologi baru. Kecepatan kemajuan teknologi membuat kita terhanyut dan membuat pikiran kita terpusat pada barang temuan, membuat kita lupa dengan alasan dibalik penemuan itu.”

Cukup sederhana dalam mengartikan inovasi bukan? tanpa disadari memang kita berpikir bahwa segala hal yang di sebut inovasi adalah segala sesuatu yang besar, padahal tidak selalu seperti itu. Inovasi seharusnya memberikan sesuatu yang diinginkan dan memberikan kepuasan bagi khalayak. Sehingga khalayak akan memperoleh solusi dalam mengatasi masalah.

Elegan
Menurut Matthew hal 4

“Elegan bukan berarti mengesankan. Keeleganan bukan tentang konsep tinggi dan rancangan besar. Keeleganan bukan tentang keindahan atau keanggunan, atau apapun yang berkaitan dengan estetika – jelek juga tidak apa-apa. Keeleganan adalah sesuatu yang lebih mendalam. Keleganan adalah tentang menemukan solusi mencerahkan terhadap suatu masalah dengan sesedikit mungkin upaya dan biaya. Kreativitas ikut memainkan peranan. Kesederhanaan ikut memainkan peranan. Kecerdasan ikut memainkan peranan. Keeleganan adalah gabungan dari ketajaman, penghematan dan mutu.

Kesederhanaan, lebih cocok menggambarkan tentang konsep elegan. Walaupun seprtinya terlihat bertolak belakan dengan apa yang ada dalam persepsi ku saat ini. Anggun, Estetik, dan Indah buka berarti dapat di samakan dengan elegan. Unsur tersebut tidak harus mutlak dimiliki dalam konsep elegan. yang terpenting upaya dan biaya yang sedikit namun dapat mengatasi permasalahan yang ada.

Yang terpenting ialah kita dapat memberikan arti bagi masyarakat sekitar kita dam 





Kuantitatif VS Kualitatif

20 11 2008

Saat kita memulai sebuah penelitian (skripsi), seringkali kita disibukkan dengan bentuk penelitian yang akan kita jalankan. Kita terkadang cepat sekali memperoleh ide atau gagasan dalam penelitian namun masih saja sangat bingung untuk membuat model penelitian apa yang akan kita buat. Belum lagi dengan pemahaman kita bahwa sejatinya sebuah penelitian akan selalu berurusan dengan uji-uji statistika dan sampel. Sehingga secara tidak langsung kita telah di doktrinasi untuk selalu membuat bentuk penelitian kuantitatif.

Kemarin malam sedikit ada “pencerahan” setelah mengikuti matakuliah Seminar Akuntansi. Malam? ya tepat malam mulai jam 6 sore hingga hampir jam 8 malam. Memang sudah cukup lama tidak mengikuti kelas malam semenjak terakhir matakuliah Pendidikan Pancasila di D3 dulu. Bagi yang belum tahu apa itu matakuliah Seminar Akuntansi, saya jelaskan sebentar disini, namun bagi yang sudah tahu lewatkan saja bahasan tentang seminar akuntansi ini.

Seminar Akuntansi
Seminar Akuntansi di rancang menjadi sebuah matakuliah yang memfasilitasi mahasiswa mengutarakan segala bentuk dan proses penelitian yang akan dilakukan dalam format proposal serta menyajikan proposal tersebut ke audience (teman sekelas). Dalam proses penyajian tersebut audience akan memberikan tanggapan baik pertanyan, sanggahan dan saran tentang proposal yang disajikan. Sebagaimana sebuah proses diskusi pastilah (masa’ pasti dong) banyak sekali tanggapan baik negatif dan positif yang mana akan di jadikan dasar untuk memperbaiki proposal tersebut agar lebih baik.

Ceritanya….
Awalnya Veby teman kuliahku, menyajikan mengenai proposal skripsi Perlakuan Akuntansi Sumber Daya Manusia Studi Kasus PT X. Mungkin ada hal yang baru bahwa yang mengatur sumber daya manusia kebanyakan dari manajemen tapi ini akuntansi?
Ia mendefinisikan ASDM (Akuntansi Sumber Daya Manusia) sebagai peralihan anggapan lama tentang segala beban yang dikeluarkan perusahaan dalam pengembangan sumber daya manusia (karyawan) menjadi sebuah komponen aktiva tak berwujud.

Sudah dapat diperkirakan pastilah penelitian tersebut merupakan penelitian kualitatif. Masalah timbul disini ketika Si Sandy mengkritisi tentang penelitian yang di kemukakan Veby. Dimana seharusnya penelitian S1 bersifat kuantitatif bukanlah kualitatif, jika masih menggunakan penelitian kualitatif dapat dikatakan hampir sama dengan TA (Tugas Akhir) D3.

Melihat masalah seperti ini setelah beberapa saat setelah veby pesentasi Bu Sutatmi, sebagai dosen pengajar Matakuliah itu menjelaskan bahwasanya sah-sah saja penelitian S1 menggunakan penelitian kualitatif hanya saja perlu lebih diungkapkan lagi mengenai makna di balik fakta yang ada (menurut beliau nomena). Semakin dalam pengungkapannya semakin baik.

Kesimpulannya..
Baik kualitatif maupun kuantitatif bukanlah hal yang harus dimasalahkan begitu mendalam yang lebih penting lagi bagaimana kita sendiri mau mengungkap tentang sebuah fakta yang ada dan memberika satu sumbangan bagi ilmu pengetahuan.





Tugas pun tambah lagi

19 11 2008

Sejenak menghela nafas panjang dari rutinitas sebagai mahasiswa yang selalu disibukkan dengan tugas, paper, makalah, dan sebagainya, ternyata tidak menjadikan rutinitas tersebut menjadi ada jeda walaupun sekian detik. Nyatanya kemarin aku dapat tambahan tugas yang lebih gila lagi banyaknya.

Kliping

Sejenak serasa kembali kemasa masih duduk di sekolah dasar, yang sering ditugaskan seperti itu. Namun jangan terus menyamakan kegiatan ini seperti kegiatan yang kuran bagus dilakukan oleh mahasiswa. Pikiranku sedikit terbuka setelah Dosen pengajar Mata kuliah Manives (Manajemen Investasi) menerangkan dan memberikan contoh-contoh kliping yang telah dibuat oleh mahasiswa didiknya.

Elegan, profesional dan artistik itu menurutku, setelah kesan pertama melihat hasil kliping tersebut. Ada sedikit motivasi yang tumbuh. “Aku harus bisa” (^_^).

Ya iya lah masak kalah sama maba, udah bangkot masih mau kalah.





Sind3ntoska – Kepompong

13 11 2008

Dulu kita sahabat
Teman begitu hangat
Mengalahkan sinar mentari
Dulu kita sahabat
Berteman bagai ulat
Berharap jadi kupu-kupu

Kini kita melangkah berjauh-jauhan
Kau jahui diriku karena sesuatu
Mungkin ku terlalu bertingkah kejauhan
Namun itu karna ku sayang

Persahabatan bagai kepompong
Mengubah ulat jadi kupu-kupu
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah
Persahabatan bagai kepompong
Maklumi teman hadapi perbedaan
Persahabatan bagai kepompong
Na…na…na..na…

Semua yang berlalu
Biarkan berlalu
Seperti hangatnya mentari
Siang berganti malam
Sembunyikan sinarnya

Hingga ia bersinar lagi

Dulu kita melangkah berjauh-jauhan
Kau jahui diriku karena sesuatu
Mungkin ku terlalu bertingkah kejauhan
Namun itu karna ku sayang

Persahabatan bagai kepompong
Mengubah ulat jadi kupu-kupu
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah
Persahabatan bagai kepompong
Maklumi teman hadapi perbedaan
Persahabatan bagai kepompong
Na…na…na..na…





Disaster…….

6 11 2008

Tragedi berat, lebih berat dari sebelumnya. Seluruh data ku (dokumen dsb) ilang. (T_T) (huaaaaaaaaaaaaa………………..huaaaaaaaaaaaa…….). Gara-gara salah partisi bukanya malah baik malah ilang semua dokumen ku. (hiks…). Payah neeh belum tugas makin banyak aja bukan sedikit gimana neeh. Pusing……