Hanya Manusia

Ini hidupku, ini jalanku….

Kuantitatif VS Kualitatif

tinggalkan komentar »

Saat kita memulai sebuah penelitian (skripsi), seringkali kita disibukkan dengan bentuk penelitian yang akan kita jalankan. Kita terkadang cepat sekali memperoleh ide atau gagasan dalam penelitian namun masih saja sangat bingung untuk membuat model penelitian apa yang akan kita buat. Belum lagi dengan pemahaman kita bahwa sejatinya sebuah penelitian akan selalu berurusan dengan uji-uji statistika dan sampel. Sehingga secara tidak langsung kita telah di doktrinasi untuk selalu membuat bentuk penelitian kuantitatif.

Kemarin malam sedikit ada “pencerahan” setelah mengikuti matakuliah Seminar Akuntansi. Malam? ya tepat malam mulai jam 6 sore hingga hampir jam 8 malam. Memang sudah cukup lama tidak mengikuti kelas malam semenjak terakhir matakuliah Pendidikan Pancasila di D3 dulu. Bagi yang belum tahu apa itu matakuliah Seminar Akuntansi, saya jelaskan sebentar disini, namun bagi yang sudah tahu lewatkan saja bahasan tentang seminar akuntansi ini.

Seminar Akuntansi
Seminar Akuntansi di rancang menjadi sebuah matakuliah yang memfasilitasi mahasiswa mengutarakan segala bentuk dan proses penelitian yang akan dilakukan dalam format proposal serta menyajikan proposal tersebut ke audience (teman sekelas). Dalam proses penyajian tersebut audience akan memberikan tanggapan baik pertanyan, sanggahan dan saran tentang proposal yang disajikan. Sebagaimana sebuah proses diskusi pastilah (masa’ pasti dong) banyak sekali tanggapan baik negatif dan positif yang mana akan di jadikan dasar untuk memperbaiki proposal tersebut agar lebih baik.

Ceritanya….
Awalnya Veby teman kuliahku, menyajikan mengenai proposal skripsi Perlakuan Akuntansi Sumber Daya Manusia Studi Kasus PT X. Mungkin ada hal yang baru bahwa yang mengatur sumber daya manusia kebanyakan dari manajemen tapi ini akuntansi?
Ia mendefinisikan ASDM (Akuntansi Sumber Daya Manusia) sebagai peralihan anggapan lama tentang segala beban yang dikeluarkan perusahaan dalam pengembangan sumber daya manusia (karyawan) menjadi sebuah komponen aktiva tak berwujud.

Sudah dapat diperkirakan pastilah penelitian tersebut merupakan penelitian kualitatif. Masalah timbul disini ketika Si Sandy mengkritisi tentang penelitian yang di kemukakan Veby. Dimana seharusnya penelitian S1 bersifat kuantitatif bukanlah kualitatif, jika masih menggunakan penelitian kualitatif dapat dikatakan hampir sama dengan TA (Tugas Akhir) D3.

Melihat masalah seperti ini setelah beberapa saat setelah veby pesentasi Bu Sutatmi, sebagai dosen pengajar Matakuliah itu menjelaskan bahwasanya sah-sah saja penelitian S1 menggunakan penelitian kualitatif hanya saja perlu lebih diungkapkan lagi mengenai makna di balik fakta yang ada (menurut beliau nomena). Semakin dalam pengungkapannya semakin baik.

Kesimpulannya..
Baik kualitatif maupun kuantitatif bukanlah hal yang harus dimasalahkan begitu mendalam yang lebih penting lagi bagaimana kita sendiri mau mengungkap tentang sebuah fakta yang ada dan memberika satu sumbangan bagi ilmu pengetahuan.

Written by Satrya

20 November 2008 pada 11:01

Ditulis dalam Kegiatan, Pengalaman

Tinggalkan Balasan