2 Lorong, Satu Malam

13 01 2009

Selesai sudah 2 novel kubaca, yang mewakili zamannya. Entah hanya perwakilan saja atau aku kurang tahu, Laskar Pelangi dan Edensor serta Bumi Manusia dan Rumah Kaca. Dua karya berbeda zaman membuatku memasuki 2 jalur lorong panjang antara masa lalu dan masa yang akan datang.

Satu sisi menghantarkan ku pada kehidupan dilkema masyarakat kolonialisme dan terjajah, yang ingin hidup lewat celah pendidikan yang diberikan penguasa tanah negerinya sendiri. satu sisi dunia pendidikan yang diabaikan oleh anak bangsanya sendiri. Dilematis, ironis itulah nyatanya 4 novel yang menghantarkan ku tentang arti inspirasi, cinta, usaha, kemauan, persahabatan, persaudaraan, kesetiaan dan kesetiakawanan.

Baca entri selengkapnya »





Header baru

12 01 2009

Akhirnya blog punya header juga, setelah sekian lama design header akhirnya nemu juga design yang pas. Berawal dari tutorial ini akhirnya aku punya header baru.

Seperti ini

header pertama Baca entri selengkapnya »





Semua da pada kerja nee…

6 01 2009

Nggak sadar juga aku udah 2 semester kuliah lagi transfer dari D3. Kalo diruntut mulai D3 udah 4 tahun lebih aku kuliah. Bosen banget sekarang rasanya. Setiap awal kuliah rasanya ada semangat buat trus ngejalanin tapi lama kelamaan luntur juga spirit nya. Menguap begitu saja, yang ketinggalan cuma rasa suntuk, jenuh dan hasil akhirnya males.

Baca entri selengkapnya »





Hanya Keluhan

3 01 2009

Buat sahabatku nan jauh disana…
Apa Kabar mu? tentu baik bukan, disini aku selalu mendoakaan mu agar selalu dalam limpahan rahmat dan perlindungan-Nya.
Wahai sahabat, kau tahu kemarin ketika kita lewati malam pergantian tahun, tak seperti malam-malam yang pernah kita lewati dulu. Dahulu kita ber suka cita menyongsong secercah sinar mentari pagi, awal fajar tahun yang baru. Namun kini terasa sangat berat menyongsong sinar mentari yang dulu ramah menjadi angkuh menatap kita di Bumi ini.
Dunia tak lagi seindah dulu kawan, alam murka pada kita para manusia yang serakah menguras kekayaan perut pertiwi tiada henti.
Kawan manusia pun tak kenal lagi kata sahabat meraka saling menghujamkan anak panah dan pedang ke jantung sahabat mereka sendiri hanya karena berbeda agama, suku, ras, golongan, ideologi dan pemahaman.

Sahabat
Apa ini dunia yang kita impikan sejak dulu.
Apa ini dunia yang yag diidam-idamkan nenek moyak kita
Apa ini dunia yang memberikan ketenangan batin bagi kita semua

Entahlah sahabat,
biarlah waktu yang menjawab semua pertanyaan ku