Selesai sudah 2 novel kubaca, yang mewakili zamannya. Entah hanya perwakilan saja atau aku kurang tahu, Laskar Pelangi dan Edensor serta Bumi Manusia dan Rumah Kaca. Dua karya berbeda zaman membuatku memasuki 2 jalur lorong panjang antara masa lalu dan masa yang akan datang.
Satu sisi menghantarkan ku pada kehidupan dilkema masyarakat kolonialisme dan terjajah, yang ingin hidup lewat celah pendidikan yang diberikan penguasa tanah negerinya sendiri. satu sisi dunia pendidikan yang diabaikan oleh anak bangsanya sendiri. Dilematis, ironis itulah nyatanya 4 novel yang menghantarkan ku tentang arti inspirasi, cinta, usaha, kemauan, persahabatan, persaudaraan, kesetiaan dan kesetiakawanan.
Ada rasa tawa, gembira, senang, bangga namun juga tak dapat dipungkiri ada rasa sedih, kecewa, marah dan benci. Ibarat mata uang selalu punya duasisi yang berbeda meliputinya.
Di iringi lagu “Laskar Pelangi” Nidji ku tulis sajak ini
Sahabat, kau yang terbaik
dikala aku sendiri, kau yang menemani
dikala ku sedih, kau yang menghibur
dikala ku marah, kau menenangkan ku
Sahabat, kini kau jauh
tak dapat lagi ku capai engkau
ibarat langit dan bumi
laksana air dan minyak
aku takkan lagi bisa mencapaimu
Namun……
Kenangan yang kau berikan
Merupakan hadiah yang terbaik
Kan kujadikan harta paling berharga
Selamanya………



Komentar