Hanya Manusia

Ini hidupku, ini jalanku….

Cerita dari Barat bag. 02

tinggalkan komentar »

Meneruskan tulisan yang sebelumnya serta memenuhi beberapa paksaan teman-teman yang pengen tahu segera kelanjutan ceritanya, maka dengan senyum terkembang dada terbusung dan tawa terbahak-bahak *belum minum obat cerita ini lanjuuuuuttt…….

Masih Hari Kedua lagi……

Dalam beberapa menit saja Pusdiklat BPN-RI berubah jadi pasar kaget. Mulai macamwajah, baju sampai suara bercampur.Hampir mirip TMII *Taman Mini Indonesia Ipung* :-P , mulai Sabang sampai Merauke ada di tempat yang sama jumlahnya 120 orang. Bagaimana nggak rame kan?????

Setelah ngobrol ngalur-ngidul dengan beberapa bapak-bapak (umur boleh muda tapi wajah udah kayak om-om ^_^ ). Panitia langsung ngumpulin semua peserta jadi satu. Trus dibagi-bagi menurut angkatan. Kebetulan aku ikut angkatan 68 bersamaan dengan Ipung ama Saher *kok bisa yaa…?????*. Setelah mereka ngumpulin para peserta dengan cambuk dan tongkat sambil bilang hush…hush…. *heeeee………….heeeeee……………* enggak lah bro n sis kan ada PBB *Pelatihan Berang-Berang* heee….hee… bukan baris berbaris tuh yang bener. Dan inilah puncaknya semua tas yang dibawa digeledah, semua barang berupa makanan, obat yang bukan resep dokter, air minum dan benda tajam harus dikeluarkan. Alasannya disini yang terpenting kebersamaan *satu untuk semua semua untuk satu* jadi makanan semua harus dapet *heeee. tadi liat dunkin dougnut bikin ngiler juga neeeh* khusus obat dan benda tajam ditarik takutnya nanti sewaktu pelatihan kalau peserta stress akhirnya ngambil jalan pintas dan *eng ing eng* makanya daripada panitia ambil risiko akhirnya jalan pencegahan lebih baik.

Awalnya aku sempat terbayang pelatihan ala militer yang fokus ke fisik, tapi ternyata seperti kata pepatah “nggak semua yang loe denger itu bener… yang bener cuma p******” *ngiklan sedikit*. Key setelah razia dan sedikit ceramah tentang nasionalisme *sebenarnya sih biasa2x aja tapi karena yang cerita pakai intonasi jadi bikin merinding* dan beberapa aktifitas berkaitan dengan kedisiplinan dll Wuih akhirnya diberikan juga waktu istirahat. Tapi itu hanya sementara, setelah malam malam harus kumpul untuk ngisi berbagai berkas baik biodata maupun yang lain-lain bahkan surat wasiat.

Sampai lupa karena sesuai dengan yang diinstruksikan sebelumnya biaya makan *3 kali sehari* dan penginapan ditanggung negara maka sejenak kami bisa bernafas lega *huuuft*, tapi urusan yang lain tanggung penumpang. Namun untuk urusan makan jangan harap bisa bersantai dan leha-leha. Meski pakai model prasmanan tetep spirit militerisme masih dijaga. Sesuai jadwal waktu yang disediakan peserta hanya diperbolehkan makan selama 15 menit kurang dari itu heeee…heeeee ada hadiah tak terduga :) *senyum drakula…hiii…hiiii..*. Dan yang terpenting setiap mengakhiri kegiatan pada malam harinya selalu ditutup apel malam plus + plus. Apaaan plus-plus? ada deh stay on aja pasti tau nanti

Hari Ketiga

Sesuai jadwal yang tertera kami para upin-ipin (soalnya dah gundul semua) langsung bersiap bangun jam 3 tet langsung mandi, karena yang pasti bukan rajin banget tapi antrinya itu yang lama hampir seperti nungguin nyoya besar dandan *aduh…*. Sehabis segar setelah mandi *tapi nggak ngefek di bogor sama aja antara mandi dan nggak teteup puanaaassss* langsung saja salat trus olahraga pagi tapi karena ada kompensasi akhirnya olah raga pagi dibatalin jadi agak lumayan lama lah istirahat sebelum pertempuran berlanjut. Kegiatan berlanjut pada acara pembukaan, sederhana nggak terlalu wah dan juga karena tempat yang terbatas terpaksa beberapa dari kami harus rela berjejalan di belakang mirip mau main gaple *yuk pasang-pasang* tapi kondisi tersebut tidak mengurangi suasana yang khidmat saat kami para peserta diklat mengikuti jalannya acara *apalagi setelah diceritakan bahwa ibu kepala PUSDIKLAT ini orangnya perfeksionis*. Setelah berjalan sekitar menit akhirnya Ibu Ir. Sukesi akirnya membuka secara resmi pelatihan Prajab Gol II, dan dimulailah babak pertarungan menuju yang terbaik….teng…teng…teng dari sudut biru…..eh maaaf kebawa suasana :) .

Setelah ditahan di aula selama beberapa menit para peserta diperintahkan untuk segera berganti kostum training *ada perasaan nggak enak neeh dan menuju tempat pembelajaran. Sebelumnya di hari kedua kami sempat menerima beberapa buku kalau di tumpuk hampir segede Kamus besar Bahasa Indonesia cetakan terbaru yang berisi semua materi yang disajikan di diklat. Bisa dibayangkan materi sebanyak itu bisa nggak masuk di dalam  kepala, yang ada pasti diluar kepala *luping mode on.

Sesuai jadwal yang tertera ada dua materi yakni Pengarahan Program *tadi sudah di jadikan satu dengan acara pembukaan* dan Dinamika Kelompok yang harus diikuti. Untuk materi yang ini aku agak sedikit ragu-ragu juga pasalnya sudah harus berubah kostum pakai baris berbaris kayak mau PBB, padahal masih besok wah ada yang nggak beres neeh. Tapi setelah larut dalam penyajian materi yang ada malah ketawa ketiwi gumbira ria sumringah lan sak koncone. Materinya berkutat pada konsep kelompok dan bagaimana kelompok tersebut bisa berbaur dan menjadi suatu kesatuan yang utuh *merdeka!!!!*:). Suasananya asik banget pematerinya Bpk Drs IGL Sapto Adji, MS serta Ibu Ade Imamiati, SE, MM dan semuanya selalu cherfull serta menyenangkan. Wah mantap bener kalo di awal diklat kayak gini yang sering-sering aja *ngarep mode on.:P

Hari Keempat….

Sebagaimana rutinitas hari sebelumnya bangun jam 3, mandi salat dll. Tapi yang istimewa di hari ini adalah acara perdana senam pagi. *Wuih saatnya cuci-mata cuci-mata :P *. Kebetulan Bpk Bambang Gunawan, S.Pd. yang kebetulan beliau katanya juga mantan pelatif dansa salsa yang sudah pensiun. Katanya dulu paginya ngaji, malam ngelatih ibu-ibu seksi dansa, mana bisa konsen. Akhirnya beliau yang selalu bilang positve thinking dengan dialeknya yang khas ini *maap pak bukan menghina tapi saya ter inspirasi dengan ucapan yang khas ini* stop ngajar dansa dan fokus ke ngajinya. Walaupun begitu beliau nggak melupakan keahlian dansanya sebab beliau masuk ke BPN karena keahliannya berdansa *ck…ck…ck.

Lanjuuttt….

Hari ini merupakan hari yang paling berat daripada hari sebelumnya. Stamina dikuras habis hingga yang paling maksimum.

Karena hari ini adalah………*background sound jeng….jeng….jeng….jeng….jeng….*

Waktunya PBB…….

Tapi tunggu dulu itu masih nanti yang paling akhir dari kegiatan ini. Kegiatan pagi hari masih materi di ruang kelas. Kebetulan karena kelas angkatan ku paling atas sendiri, otomatis bagaikan naik gunung semeru *ngos…ngosan*. Kebetulan para widyaswara (sebutan buat pemateri di sini) masih tetap bersama Pak Sapto dan Bu Ade. :)

Karena kebetulan materi membahas tentang Team Building. Masih sama dengan suasana kemarin namun hari ini sedikit lebih formal mengingat kostumnya dah beda dunks. Awalnya agak enak tapi lama-lama rasa kantuk mulai melanda nggak tau ini gara-gara AC*pakai 4 AC pun tetep panas, ini AC berapa pk sih* apa suara widyaiswara yang melambai-lambai ibarat angin sepoi-sepoi yang lembut menghantarkan menuju peristirahatan terakhir…. hiii. Namun itu hanya sementara setelah Bu Ade sedikit memberikan materi lain yang cukup wuaaah dan menyegarkan kembali mata-mata yang kantuk. Yang paling asik ternyata Ibu yang satu ini bisa membaca sifat orang lewat tanda tangannya, dan sebagai tumbalnya alias kelinci percobaan adalah….

“yak no absen 33 siapa?”

“Ya, bu saya” sembari membusungkan dada dan mengangkat tangan

“Wah ternyata kamu Extrovert, tegas langsung to the point dan yang paling penting kamu agresif”

Wuihhh agresif main tembak aja dunks…

“Tapi kamu punya kelemahan mudah terbaca, dan sepertinya kurang dapat membaur”

Wah mudah ditebak masak iya seeh??? kalau kurang bisa membaur mungkin aja awalnya tapi lama kelamaan juga cair kalau dikasih joke-joke. Ya nggak apa lah sapa tahu ada benernya lah. Tapi yang aku nggak setuju adalah kata beliau hampir rata-rata temen-temen angkatanku Asertif alias imbang nggak Introvert nggak Extrovert. Mana mungkin mereka asertif wong aku liat mereka punya akun FB semua, kalao punya akun FB otomatis lah mereka orang extrovert walaupun ngga separah saya :) .

Dan apa yang telah ditunggu datang juga, haaaa….haaaaaa…haaaaaaa.

PBB………..

Setelah berganti kostum ke seragam baru *kebetulan waktu awal masuk diklat sempat di tawarkan baju training diklat dan harus bayar sekitar 60rb ckck mahal banget* dan tanpa ganti celana alias tetep pake celana hitam, langsung dikumpulin ke padang mahsyar….bukan lah ke lapangan parkir untuk menerima pengarahan dari instruktur. Setelah beberapa pengarahan tentang baris berbaris diumumkan juga bahwa tiap angkatan besok pagi akan berlomba PBB yang nantinya akan menentukan poin tambahan untuk menambah nilai agar bisa lulus *kayak sekolah aja? emang iya kan diklat*. Setelah beberapa kali latihan dengan harus mengorbankan sepatu kesayangan ayahku hiks…hiks…. *maap yah nggak sengaja* akhirnya aku harus keteteran untuk beli sepatu dengan harga 230rb plus ongkos buat yang suruh beliin *karena di karantina jadi nggak bisa keluar sembarangan* yah nasib….

Hari Kelima

Masih dengan rutinitas yang sama, namun kali ini untuk salat terpaksa sendiri instruktur nggak ada yang datang dan senam dan curvey alias bersih-bersih lingkungan juga sendiri. Ada apakah gerangan???? Usut punya usut ternyata para instruktur kelelahan karena tidur jam 3 pagi. Lha mereka ngapain kok sampai jam segitu? Setelah diselikidi eh diselidiki beberapa instruktur harus mengantarkan beberapa teman yang sakit ke rumah sakit. Kebetulan dari angkatan ku semua. Kebanyakan akibat efek PBB yang terlalu bersemangat mengejar kesempurnaan agar dapat nilai tertinggi.

Karena hari ini penentuan PBB yang terbaik semua mulai memacu semangat, memeras keringat, membanting tulang, mengasah pedang, memecah kayu *eh mau masak neeeh ceritanya?* :) dan hingga akhirnya sampai pada pembacaaan pemenang. Kebetulan kata instruktur jurinya langsung dari Jakarta alias dari BPN pusat tapi nggak tahu bener apa nggak masalahnya belum sempat tanya ke bapak-bapak dan ibu-ibu di depan.

“Posisi ketiga diraih oleh angkatan…….”

*bukan enam delapan, bukan enam delapan*

“tujuh….”

*syukur…*

“Dan pemenangnya adalah……….”

“Angkatan Enaaaaammmm……..”

*dalam hati ngomong “delapan delapan dlapan!!!”*

“Enaam…diikuti posisi kedua enam delapan”

Wah nggak menang walaupun sampai sakit-sakit, tapi nggak apa-apa yang penting masih bukan posisi buncit. Hasil kerja keras yang sepadan lah.

Hari Keenam

Nggak terlalu istimewa dengan hari ini, tapi karena ada kesalahan jadwal jadi terpaksa banyak waktu materi yang harus di kurangi. *inga…inga…jumat ting*

Hanya saja rasa kantuk tiap waktu amusk materi makin meyergap bahkan lebih parahnya sampai ada ajrgon “setiap waktu adalah untuk tidur”.

Yang menarik sewaktu apel malam seluruh peserta diperbolehkan mencium…..*hee……hee……prikitiuw*. Eits jangan berpikiran yang tidak-tidak, maksudnya disini diperbolehkan mencium tanah sepuasnya. Haaa……haaaaa…. mantap lah sekarang jadi tahu gimana rasanya aspal yang pait-pait plus ada rasa kasar di bibir.

Hari Ketujuh

Nggak terasa satu minggu disini, kangen juga dengan dinginya kota Malang. Menik mati enaknya es degan trus jalan-jalan ke MOG atau ke Warnet spa tau ada film baru yang muncul, ngobrol bareng kroni-kroni 2007 UM dan nggodain anak-anak GELORA wah enaknya. Weits kembali ke dunia nyata, hari ini lumaya ada sedikit longgar karena panitia masih kelelahan akibat insiden jatuhnya korban PBB, walaupun begitu tetep lah sebagai peserta yang baik, sopan dan tidak sombong serta rajin menabung *nggak nyambung* harus menjalani pelatihan secara konsisten.:)

Hari Kedelapan

“Libur tlah tiba, libur tlah tiba”

“Hore…hore…hore….”

Akhirnya yang ditunggupun telah datang. Walapun sehari namun rasanya setelah berkutat selama seminggu dengan rutinitas akhirnya bisa bersantai sejenak. Tapi tetap sesuai aturan yang berlaku keluar hanya sampai pukul 11.45 BBWI (Bagian Bogor Waktu Indonesia) dan boleh lanjut setelah makan siang sampai pukul 17.00 BBWI. Banyak temen-temen yang melancong terutama ke Botani Square dan Kubun Raya Bogor karena cukup dekat dengan tempat pelatihan. Selain itu, banyaknya angkot yang stand by sejak pagi dii depan kampus jadi bikin semriwing untuk mau langsung bersafari ria:D.

Tak ketinggalan pedangang pernak-pernik BPN pun menggelar dagangan mulai dari name tag sampai jaket ada, tapi tetep masih mahal untuk tataran orang macam aku ini lah.

Trus kegiatan ku ngapain? Ya biasa lah ngobrol ngalur ngidul dengan sesama penghuni rusun *memang asramanya bertingkat*. Terkadang bapak-bapak pegawai seperti satpam dan OB juga nggak luput jadi sasaran luapan stress lewat obrolan santai warkop heeee…..heeee…*maap aa’ Jefri ma aa’ Anwar*.

Hari Muki…..eh….salah…….Hari Kesembilan

Kembali ke rutinitas dan berperang melawan kantuk, hoaaaaeeeemm….maju terusssss pantang…..munnn…zzzzzzzzzzzzzzzzzzzz..

Tapi di hari ini pula aku agak di ingatkan kembali ke kenangan tentang Ibu. Sewaktu apel malam semua lampu dalam keadaan gelap, salah seorang instruktur kebetulan karena aku kenal suaranya Pak Iip Saripudin memberikan sedikit hipnoterapi. Orang yang mahir bermain musik dan memiliki suara emas ini menggunakan suaranya yang mendayu-dayu untuk mengingatkan seseorang yang mengasihi tanpa mengharapkan pamrih, yak IBU. Pada saat itu aku menangis hampir tanpa henti, mengingat segala hal yang telah diberikan beliau kepadaku. Hingga saat terakhirnya aku masih belum bisa memberikan kebahagiaan baginya………:(

Hari Roesli……..eh salah………Hari Kesepuluh

Tak terasa tinggal 2 hari lagi, hiks….hiks….akhirnya dengan curahan air mata dan tetes darah penghabisan *dasar lebai* dapat kujalani pelatihan ini. Dapat rumor tentang hari pelatihan yang harusnya selesai dua hari lagi dipercepat satu hari, entah benar atau nggak tapi sempat juga ada rasa seneng Wah akhirnya bisa pulang cepat neeh…

Dan kepastian akan rumor tersebut terjawab sudah saat apel malam, bahwa besok langsung diadakan ujian atas materi yang telah di dapatak di pelatihan plus ada sedikit ceramah mengenai instansi BPN. Wah ‘pucuk di cita ulam tiba’

Tapi kali ini aku belum bisa tenang, ada beberapa instruksi mengenai kesan dan pesan serta komitmen yang waktu awal sempat diberitahukan untuk diisi dan dikumpulkan sebelum penutupan. Weks akhirnya kami, aku, Taufik (Ketua Kelas Narsis), Ipung (nama aslinya Tri nggak tahu kenapa panggilannya jadi Ipung) dan Agus (agus….agus…..) harus begadang untuk menyelesaikan semua berkas untuk angkatan kami. Beruntung bang Sidik mau sudi kiranya ngangguin kami * heeee sory* untuk menjaga ritme mata agar mau di kompromi untuk selalu terbuka. Akhirnya jam 1 pagi, semua dipastikan telah selesai dengan sempurna. Alhamdulillah, akhirnya bisa istirahat walau Cuma 2 jam aja.

Hari Kesebelas

The Jugdement Day has come……….

Hari penentuan pun tiba juga, dag dig dug duer jantung rasanya mau melompat dari tempatnya, nggak sabar ingin tahu harus ditempatkan dimanakah gerangan diriku ini. Jawa apa luar Jawa tapi yang jelas sesuai dengan perkiraan Big Boss aku yang jelas di taruh di luar Jawa, tapi nggak tahu dimana sempet di takutin ditaruh di Papua. Nggak takut-takut amat seeh tapi yang bikin pikiran kalo di taruh ke sana nggak bisa banyangin biaya transport ke sana. Doa kan nggak jauh-jauh amat biar biayanya nggak terlalu besar.

Pagi hari diawali dengan test tulis evaluasi materi. Hampir mirip waktu ujian atau ulangan waktu masih di bangku sekolahan dan yang paling klasik LJK (Lembar Jawaban Komputer). Weks, serasa flashback ke era zaman muda dulu…….*sekarang dah tua tuh*

Sekitar 120 menit alias 2 jam waktu diberikan panitia untuk menyelesaikan soal, setelah itu dilanjutkan pengisian kuisoner tentang pelatihan dan evaluasi kepanitiaan. Yak, selesai akhirnya bisa bernafas legaaaa, eits tunggu dulu nggak ada waktu santai sebelum diklat benar-benar ditutup. Setelah sesi awal selesai lanjut ke sesi kedua untuk mendengarkan ceramah mengenai instansi BPN. Menit demi menit, jam demi jam akhirnya sampailah pada acara puncak yakni penutupan dan pengumuman penempatan. Dan *jeng…jeng….jeng…*

“bla….bla….bla….bla…. Saheriyanto…..Satrio Pratomo…….”

*hening…..

“Kalimantan Selatan”

Akhirnya……..

Bumi Borneo aku kan datang.

Ditulis oleh Satrya

18 Mei 2010 pada 20:47

Ditulis dalam Aktivitas, Pengalaman

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.