Lagi dilema…..

23 02 2009

Seminggu ini aku sedang mengalami dilema berat.  Rasa males hinggap tak mau pergi, haruskah aku lari dari kenyataan ini (walah malah nyanyi). Pertama sekarang aku masih aktif-aktifnya di organisasi, padahal usia yang dah ampir maba (MAhasiswa BAngkotan). Terus sekarang sedang lagi ngerjain skripsi ruwet cari masalah gak ketemu-temu.  Di rumah sedang hot-hotnya usaha kecil, akhirnya harus bantuin juga. Makin hari jadi kesulitan juga ngatur waktu dan proporsi kerjaan. Alih-alih dapat komisi yang ada malah jadi runyam

Baca entri selengkapnya »





2 Lorong, Satu Malam

13 01 2009

Selesai sudah 2 novel kubaca, yang mewakili zamannya. Entah hanya perwakilan saja atau aku kurang tahu, Laskar Pelangi dan Edensor serta Bumi Manusia dan Rumah Kaca. Dua karya berbeda zaman membuatku memasuki 2 jalur lorong panjang antara masa lalu dan masa yang akan datang.

Satu sisi menghantarkan ku pada kehidupan dilkema masyarakat kolonialisme dan terjajah, yang ingin hidup lewat celah pendidikan yang diberikan penguasa tanah negerinya sendiri. satu sisi dunia pendidikan yang diabaikan oleh anak bangsanya sendiri. Dilematis, ironis itulah nyatanya 4 novel yang menghantarkan ku tentang arti inspirasi, cinta, usaha, kemauan, persahabatan, persaudaraan, kesetiaan dan kesetiakawanan.

Baca entri selengkapnya »





Semua da pada kerja nee…

6 01 2009

Nggak sadar juga aku udah 2 semester kuliah lagi transfer dari D3. Kalo diruntut mulai D3 udah 4 tahun lebih aku kuliah. Bosen banget sekarang rasanya. Setiap awal kuliah rasanya ada semangat buat trus ngejalanin tapi lama kelamaan luntur juga spirit nya. Menguap begitu saja, yang ketinggalan cuma rasa suntuk, jenuh dan hasil akhirnya males.

Baca entri selengkapnya »





2 Malam di Surabaya (1)

15 12 2008

Ibarat oven besar, mungkin kata yang tepat buat kota yang satu ini. Bagaimana tidak suhu jam 8 pagi setara dengan jam 10 pagi di Malang. Mungkin ini akibat posisi ibukota Jawa Timur berada pada daratan rendah dan pantai, sehingga suasana panas paling dominan.

Berawal dari surat panggilan tes CPNS BPK yang aku terima tanggal 30 November lalu mengharuskan aku pergi ke Surabaya. Tes yang dilaksanakan tanggal 10 – 11 Desember 2008 cukup memberikan perhatian bagi aku sendiri. Pertama ini pengalaman baru bagi aku yang jarang dapat panggilan CPNS, Kedua ini juga pertama kalinya keluar kota sendiri (Dulu pingin touring namun berhubung BBM naik jadi jarang keluar kota). Sebelum tes aku diharuskan mengambil kartu ujian tanggal 6 – 7 Des 2008 pukul 9 pagi sampai 3 sore. Otomatis aku sendiri yang ambil kartu pesertanya (ya iyalah masak orang lain).Karena kebetulan si Angga (Anime Freak) dan Bagoes juga dapat surat panggilan aku hubungi buat berangkat bareng ambil kartu ujian. Daripada sendiri-sendiri di jalan mending rame-rame malah terasa lebih asyik. Sebetulnya yang dapat surat panggilan ada 5 orang, aku, Angga, Bagus, Anggi ma Farid tapi karena si Anggi lagi da urusan dengan kerjaannya, trus Farid da pulang ke negaranya Probolinggo. Jadi hanya The Three Musketeer yang berangkat dari Malang
Baca entri selengkapnya »





Kuantitatif VS Kualitatif

20 11 2008

Saat kita memulai sebuah penelitian (skripsi), seringkali kita disibukkan dengan bentuk penelitian yang akan kita jalankan. Kita terkadang cepat sekali memperoleh ide atau gagasan dalam penelitian namun masih saja sangat bingung untuk membuat model penelitian apa yang akan kita buat. Belum lagi dengan pemahaman kita bahwa sejatinya sebuah penelitian akan selalu berurusan dengan uji-uji statistika dan sampel. Sehingga secara tidak langsung kita telah di doktrinasi untuk selalu membuat bentuk penelitian kuantitatif.

Kemarin malam sedikit ada “pencerahan” setelah mengikuti matakuliah Seminar Akuntansi. Malam? ya tepat malam mulai jam 6 sore hingga hampir jam 8 malam. Memang sudah cukup lama tidak mengikuti kelas malam semenjak terakhir matakuliah Pendidikan Pancasila di D3 dulu. Bagi yang belum tahu apa itu matakuliah Seminar Akuntansi, saya jelaskan sebentar disini, namun bagi yang sudah tahu lewatkan saja bahasan tentang seminar akuntansi ini.

Seminar Akuntansi
Seminar Akuntansi di rancang menjadi sebuah matakuliah yang memfasilitasi mahasiswa mengutarakan segala bentuk dan proses penelitian yang akan dilakukan dalam format proposal serta menyajikan proposal tersebut ke audience (teman sekelas). Dalam proses penyajian tersebut audience akan memberikan tanggapan baik pertanyan, sanggahan dan saran tentang proposal yang disajikan. Sebagaimana sebuah proses diskusi pastilah (masa’ pasti dong) banyak sekali tanggapan baik negatif dan positif yang mana akan di jadikan dasar untuk memperbaiki proposal tersebut agar lebih baik.

Ceritanya….
Awalnya Veby teman kuliahku, menyajikan mengenai proposal skripsi Perlakuan Akuntansi Sumber Daya Manusia Studi Kasus PT X. Mungkin ada hal yang baru bahwa yang mengatur sumber daya manusia kebanyakan dari manajemen tapi ini akuntansi?
Ia mendefinisikan ASDM (Akuntansi Sumber Daya Manusia) sebagai peralihan anggapan lama tentang segala beban yang dikeluarkan perusahaan dalam pengembangan sumber daya manusia (karyawan) menjadi sebuah komponen aktiva tak berwujud.

Sudah dapat diperkirakan pastilah penelitian tersebut merupakan penelitian kualitatif. Masalah timbul disini ketika Si Sandy mengkritisi tentang penelitian yang di kemukakan Veby. Dimana seharusnya penelitian S1 bersifat kuantitatif bukanlah kualitatif, jika masih menggunakan penelitian kualitatif dapat dikatakan hampir sama dengan TA (Tugas Akhir) D3.

Melihat masalah seperti ini setelah beberapa saat setelah veby pesentasi Bu Sutatmi, sebagai dosen pengajar Matakuliah itu menjelaskan bahwasanya sah-sah saja penelitian S1 menggunakan penelitian kualitatif hanya saja perlu lebih diungkapkan lagi mengenai makna di balik fakta yang ada (menurut beliau nomena). Semakin dalam pengungkapannya semakin baik.

Kesimpulannya..
Baik kualitatif maupun kuantitatif bukanlah hal yang harus dimasalahkan begitu mendalam yang lebih penting lagi bagaimana kita sendiri mau mengungkap tentang sebuah fakta yang ada dan memberika satu sumbangan bagi ilmu pengetahuan.





Tugas pun tambah lagi

19 11 2008

Sejenak menghela nafas panjang dari rutinitas sebagai mahasiswa yang selalu disibukkan dengan tugas, paper, makalah, dan sebagainya, ternyata tidak menjadikan rutinitas tersebut menjadi ada jeda walaupun sekian detik. Nyatanya kemarin aku dapat tambahan tugas yang lebih gila lagi banyaknya.

Kliping

Sejenak serasa kembali kemasa masih duduk di sekolah dasar, yang sering ditugaskan seperti itu. Namun jangan terus menyamakan kegiatan ini seperti kegiatan yang kuran bagus dilakukan oleh mahasiswa. Pikiranku sedikit terbuka setelah Dosen pengajar Mata kuliah Manives (Manajemen Investasi) menerangkan dan memberikan contoh-contoh kliping yang telah dibuat oleh mahasiswa didiknya.

Elegan, profesional dan artistik itu menurutku, setelah kesan pertama melihat hasil kliping tersebut. Ada sedikit motivasi yang tumbuh. “Aku harus bisa” (^_^).

Ya iya lah masak kalah sama maba, udah bangkot masih mau kalah.





Pembekalan nan Njlimet

22 06 2008

Sejak ditetapkannya tanggal 20 Juli 2008 sebagai hari pembekalan KKN, aku sedikit nggrundel. Pasalnya akun kejatahan dapat kelas siang terus. Dua hari berturut-turut siang terus di ruang alua perpustakaan UM, gimana mau konsen ke pembekalan siang-siang bisa ngantuk neh. Tapi tak apalah nasir telah menjadi tukang bubur (walah nasir), apapun yang terjadi maka terjadilah (walah tambah ngaco) mau nggak mau ya harus, sudah kepalang basah ya basah sekalian (ini pembekalan apa berenang sih?). Ya akhirnya njalanin aja, karena kebetulan sohib ku yang satu ini juga, satu ruangan pembekalan bahkan sejak pengumuman penempatan pun satu kecamatan ma anak satu ini. Ya siapa lagi kalo bukan Anggi (jreng-jreng).

Pria yang pekerjaannya suka nggosipin orang kalau nggak ada kerjaan dan guyon alias becanda yang agaknya perlu ‘dalam pengawasan khusus’ karena terlalu miring banget, juga kejatahan dapat waktu pembekalan siang-siang sama seperti aku. Otomatis pasti ngajak bareng. Dengan memanfaatkan sedikit kesaktian Aji mumpung dengan tingkat jurus mumpung ada teman aku sanggupi, namun karena kebiasaan ku yang berbeda jauh dengan dia seringkali kita jarang sinkron kalau janjian. Aku selalu datang lebih awal bisa 30 menit atawa 1 jam sebelum janjian (karena kebiasaan sulit berubah) dan dia selalu ngepasin dengan jamnya ya jadi akhirnya nggak jadi barenglah. Alah nggak apa-apa khan ketemu di tempat pembekalan.

Hari Pertama
30 menit sebelum masuk ke aula aku sudah stand by di depan teras Perpus UM, sambil mengamati sapa tahu ada temen yang kenal trus dicatut buat temen ngomong lumayan kan. Setelah beberapa menit ada cewek berjilbab putih datang, dia langsung menyapa aku.
“Sat, pembekalan disini, toh?” tanyanya
“Iya” jawabku agak kaget. Ini cewek siapa ya kayaknya agak nggak kenal (ini malah kebalik biasanya kan ‘kayaknya kenal’). Akhirnya flashback ke masa-masa paling indah masa-masa di sekolah (waduh nyasar ke lagunya Bang Chrisye). Setelah berpikir keras akhirnya ada satu memori yang hampir terlupakan Oh iya inikan Dyah temen SMA ku dulu, dari kelas IPA.

“Mana Anggi (Temen SMA ku juga satu kelas dengan Dyah), kok nggak bareng?” tanya ku
“Biasa nanti juga dateng” jawabnya
“Gimana sekarang kamu kok sering banget nggak muncul waktu ngumpul-ngumpul?” kata Dyah
Glek… oh ya aku seringg nggak dateng waktu temen temen ngadain Reuni, tahun kemarin pun aku nggak datang. Mau apa dikata lagi aku sring banget disibukkan dengan kuliah dan tugas-tugasnya belum lagi dengan tugas rumahan yang nggak bisa ditinggalkan.
“Maklum agak sibuk jadi sering lupa kalau ada pertemuan kayak gitu” kilah ku
“Oh…gitu toh, habis kamu jarang muncul seeh”

Terus kita ngobrol cukup lama soal temen-temen SMA yang ada di UM dan yang lainya, tentang skripsi dan tetk bengeknya. Setelah beberapa saat di pamit masuk ke aula kebetulan temannya udah datang termasuk si Anggi juga dan akhirnya aku sendiri lagi. Jam masih menunjukkan pukul 12:47, masih lama niih baru jam 13:30 mulainya.. Akhirnya dari pada sebel nunggu aku ikutan masuk aja kedalam dari pada nganggur, mending cari temen yang jadi satu kelompok KKN.

Akhirnya baru 15 menit sebelum acara dimulai aku masuk ke gedung aula disebelah barat yang kebetulan lantai dua, disana kebetulan juga aku ketemu Linda yang nota bene adik kelasku waktu SMA yang juga baru kenal setelah si Ando sohib yang baru kenal waktu yudisium D3 dulu, ngenalin pacarnya ya Linda itu tadi. Sembari basa-basi sedikit dia mengenalkan aku dengan beberapa temenya yang namanya aku lupa siapa. Beberapa saat kemudian dia pergi dengan temannya masuk ke aula. Setelah aku mengisi daftar hadir yang telah disediakan, dan mengambil buku kerja KKN aku langsung masuk ke Aula tanpa permisi (lha emang permisi kemana).

Dan beberapa orang dari LPM, datang memperkenalkan serta memberi ceramah tentang arti penting KKN, kegunaan dan lain sebagainya. Antusias atau tidak, yang aku lakukan cuma mencatat dan mencatat yang penting ada kerjaan daripada bengong ya nggak.

Akhirnya hari pertama lewat juga nggak tahu nih ada apa lagi di hari kedua.