Seminggu ini aku sedang mengalami dilema berat. Rasa males hinggap tak mau pergi, haruskah aku lari dari kenyataan ini (walah malah nyanyi). Pertama sekarang aku masih aktif-aktifnya di organisasi, padahal usia yang dah ampir maba (MAhasiswa BAngkotan). Terus sekarang sedang lagi ngerjain skripsi ruwet cari masalah gak ketemu-temu. Di rumah sedang hot-hotnya usaha kecil, akhirnya harus bantuin juga. Makin hari jadi kesulitan juga ngatur waktu dan proporsi kerjaan. Alih-alih dapat komisi yang ada malah jadi runyam
2 Lorong, Satu Malam
13 01 2009Selesai sudah 2 novel kubaca, yang mewakili zamannya. Entah hanya perwakilan saja atau aku kurang tahu, Laskar Pelangi dan Edensor serta Bumi Manusia dan Rumah Kaca. Dua karya berbeda zaman membuatku memasuki 2 jalur lorong panjang antara masa lalu dan masa yang akan datang.
Satu sisi menghantarkan ku pada kehidupan dilkema masyarakat kolonialisme dan terjajah, yang ingin hidup lewat celah pendidikan yang diberikan penguasa tanah negerinya sendiri. satu sisi dunia pendidikan yang diabaikan oleh anak bangsanya sendiri. Dilematis, ironis itulah nyatanya 4 novel yang menghantarkan ku tentang arti inspirasi, cinta, usaha, kemauan, persahabatan, persaudaraan, kesetiaan dan kesetiakawanan.
Komentar : Leave a Comment »
Kategori : Kegiatan, Pengalaman, Resensi
2 Malam di Surabaya (1)
15 12 2008Ibarat oven besar, mungkin kata yang tepat buat kota yang satu ini. Bagaimana tidak suhu jam 8 pagi setara dengan jam 10 pagi di Malang. Mungkin ini akibat posisi ibukota Jawa Timur berada pada daratan rendah dan pantai, sehingga suasana panas paling dominan.
Berawal dari surat panggilan tes CPNS BPK yang aku terima tanggal 30 November lalu mengharuskan aku pergi ke Surabaya. Tes yang dilaksanakan tanggal 10 – 11 Desember 2008 cukup memberikan perhatian bagi aku sendiri. Pertama ini pengalaman baru bagi aku yang jarang dapat panggilan CPNS, Kedua ini juga pertama kalinya keluar kota sendiri (Dulu pingin touring namun berhubung BBM naik jadi jarang keluar kota). Sebelum tes aku diharuskan mengambil kartu ujian tanggal 6 – 7 Des 2008 pukul 9 pagi sampai 3 sore. Otomatis aku sendiri yang ambil kartu pesertanya (ya iyalah masak orang lain).Karena kebetulan si Angga (Anime Freak) dan Bagoes juga dapat surat panggilan aku hubungi buat berangkat bareng ambil kartu ujian. Daripada sendiri-sendiri di jalan mending rame-rame malah terasa lebih asyik. Sebetulnya yang dapat surat panggilan ada 5 orang, aku, Angga, Bagus, Anggi ma Farid tapi karena si Anggi lagi da urusan dengan kerjaannya, trus Farid da pulang ke negaranya Probolinggo. Jadi hanya The Three Musketeer yang berangkat dari Malang
Baca entri selengkapnya »
Komentar : Leave a Comment »
Kategori : Kegiatan, Lain, Pengalaman
Inovasi & Elegan
25 11 2008Inovasi bagi sebagian orang termasuk diriku sendiri selalu membayangkan tentang teknologi yang baru. Ibarat Handphone tidak sekedar telpon seluler dan SMS tetapi lebih dari itu Mp3 Player, MMS, GPRS, Browsing, Dan sebagainya. Belum lagi dengan padanan kata Elegan, persepsi ku malah tentang keindahan, estetika, keanggunan dan mengesankan. Ibarat cewek cuakep, cuantik, cuaem dan sebagainyalah.
Pikiran ku sedikit terbuka setelah membaca Buku The Elegant Solution: Rumus Sukses Toyota Menguasai Inovasi” yang di tulis oleh Matthew E. May Tahun 2007. Di dalam buku itu banyak di jelaskan apa pergertian sebenarnya Inovasi Elegan, sejauhmana pengaruhnya dengan sebuah perusahaan terbesar di jepang (Toyota), serta rahasia sukses perusahaan itu sendiri.
Mengutip sedikit dari buku itu
“….setiap kali kata inovasi disebut orang langsung berpikir tentang teknologi. Sesungguhnya inovasi bisnis adalah tentang kepuasan dan nilai, bukan teknologi baru. Kecepatan kemajuan teknologi membuat kita terhanyut dan membuat pikiran kita terpusat pada barang temuan, membuat kita lupa dengan alasan dibalik penemuan itu.”
Cukup sederhana dalam mengartikan inovasi bukan? tanpa disadari memang kita berpikir bahwa segala hal yang di sebut inovasi adalah segala sesuatu yang besar, padahal tidak selalu seperti itu. Inovasi seharusnya memberikan sesuatu yang diinginkan dan memberikan kepuasan bagi khalayak. Sehingga khalayak akan memperoleh solusi dalam mengatasi masalah.
Elegan
Menurut Matthew hal 4
“Elegan bukan berarti mengesankan. Keeleganan bukan tentang konsep tinggi dan rancangan besar. Keeleganan bukan tentang keindahan atau keanggunan, atau apapun yang berkaitan dengan estetika – jelek juga tidak apa-apa. Keeleganan adalah sesuatu yang lebih mendalam. Keleganan adalah tentang menemukan solusi mencerahkan terhadap suatu masalah dengan sesedikit mungkin upaya dan biaya. Kreativitas ikut memainkan peranan. Kesederhanaan ikut memainkan peranan. Kecerdasan ikut memainkan peranan. Keeleganan adalah gabungan dari ketajaman, penghematan dan mutu.
Kesederhanaan, lebih cocok menggambarkan tentang konsep elegan. Walaupun seprtinya terlihat bertolak belakan dengan apa yang ada dalam persepsi ku saat ini. Anggun, Estetik, dan Indah buka berarti dapat di samakan dengan elegan. Unsur tersebut tidak harus mutlak dimiliki dalam konsep elegan. yang terpenting upaya dan biaya yang sedikit namun dapat mengatasi permasalahan yang ada.
Yang terpenting ialah kita dapat memberikan arti bagi masyarakat sekitar kita dam
Komentar : Leave a Comment »
Tag: inspirasi
Kategori : Pengalaman, Resensi
Kuantitatif VS Kualitatif
20 11 2008Saat kita memulai sebuah penelitian (skripsi), seringkali kita disibukkan dengan bentuk penelitian yang akan kita jalankan. Kita terkadang cepat sekali memperoleh ide atau gagasan dalam penelitian namun masih saja sangat bingung untuk membuat model penelitian apa yang akan kita buat. Belum lagi dengan pemahaman kita bahwa sejatinya sebuah penelitian akan selalu berurusan dengan uji-uji statistika dan sampel. Sehingga secara tidak langsung kita telah di doktrinasi untuk selalu membuat bentuk penelitian kuantitatif.
Kemarin malam sedikit ada “pencerahan” setelah mengikuti matakuliah Seminar Akuntansi. Malam? ya tepat malam mulai jam 6 sore hingga hampir jam 8 malam. Memang sudah cukup lama tidak mengikuti kelas malam semenjak terakhir matakuliah Pendidikan Pancasila di D3 dulu. Bagi yang belum tahu apa itu matakuliah Seminar Akuntansi, saya jelaskan sebentar disini, namun bagi yang sudah tahu lewatkan saja bahasan tentang seminar akuntansi ini.
Seminar Akuntansi
Seminar Akuntansi di rancang menjadi sebuah matakuliah yang memfasilitasi mahasiswa mengutarakan segala bentuk dan proses penelitian yang akan dilakukan dalam format proposal serta menyajikan proposal tersebut ke audience (teman sekelas). Dalam proses penyajian tersebut audience akan memberikan tanggapan baik pertanyan, sanggahan dan saran tentang proposal yang disajikan. Sebagaimana sebuah proses diskusi pastilah (masa’ pasti dong) banyak sekali tanggapan baik negatif dan positif yang mana akan di jadikan dasar untuk memperbaiki proposal tersebut agar lebih baik.
Ceritanya….
Awalnya Veby teman kuliahku, menyajikan mengenai proposal skripsi Perlakuan Akuntansi Sumber Daya Manusia Studi Kasus PT X. Mungkin ada hal yang baru bahwa yang mengatur sumber daya manusia kebanyakan dari manajemen tapi ini akuntansi?
Ia mendefinisikan ASDM (Akuntansi Sumber Daya Manusia) sebagai peralihan anggapan lama tentang segala beban yang dikeluarkan perusahaan dalam pengembangan sumber daya manusia (karyawan) menjadi sebuah komponen aktiva tak berwujud.
Sudah dapat diperkirakan pastilah penelitian tersebut merupakan penelitian kualitatif. Masalah timbul disini ketika Si Sandy mengkritisi tentang penelitian yang di kemukakan Veby. Dimana seharusnya penelitian S1 bersifat kuantitatif bukanlah kualitatif, jika masih menggunakan penelitian kualitatif dapat dikatakan hampir sama dengan TA (Tugas Akhir) D3.
Melihat masalah seperti ini setelah beberapa saat setelah veby pesentasi Bu Sutatmi, sebagai dosen pengajar Matakuliah itu menjelaskan bahwasanya sah-sah saja penelitian S1 menggunakan penelitian kualitatif hanya saja perlu lebih diungkapkan lagi mengenai makna di balik fakta yang ada (menurut beliau nomena). Semakin dalam pengungkapannya semakin baik.
Kesimpulannya..
Baik kualitatif maupun kuantitatif bukanlah hal yang harus dimasalahkan begitu mendalam yang lebih penting lagi bagaimana kita sendiri mau mengungkap tentang sebuah fakta yang ada dan memberika satu sumbangan bagi ilmu pengetahuan.
Komentar : Leave a Comment »
Kategori : Kegiatan, Pengalaman
Disaster…….
6 11 2008Tragedi berat, lebih berat dari sebelumnya. Seluruh data ku (dokumen dsb) ilang. (T_T) (huaaaaaaaaaaaaa………………..huaaaaaaaaaaaa…….). Gara-gara salah partisi bukanya malah baik malah ilang semua dokumen ku. (hiks…). Payah neeh belum tugas makin banyak aja bukan sedikit gimana neeh. Pusing……
Komentar : Leave a Comment »
Kategori : Pengalaman
Tragedy “Akuisisi IP” Episode 2
10 10 2008Sesuai dengan janji yang kemarin, tentang tragedi IP.
Kembali flash back aq di anggap ngambil alih IP tanpa tahu saksi dan bahan bukti yang jelas (penyidik polisi bilang gitu).
Kembali ke masalah, ternyata beberapa saat setelah aku cabut aku baca secara online di Perpus (Kebetulan ada layanan internet gratis) ternyata gara-gara si Cain tuh. Sebuah software snipping sniffer. Ada sebuah fasilitas yang menyebabkan komputer kita dapat menyadap komputer dalam jaringan. Dengan mengemulasi alamat mac dan ip .
Hi…iiiii serem khan, makanya waspadalah, waspadalah.
Komentar : Leave a Comment »
Kategori : Jaringan, Pengalaman, Security
Tragedy “Akuisisi IP” Episode 1
9 10 2008Beberapa jam yang lalu aku ngenet di salah satu Warnet daerah Galunggung. Kronologi kejadiannya seperti ini.
Pagi sekitar jam 8an aku datang trus mesen paket 3 jam ke OP. Setelah itu aku di beri No box 02. Setelah beberapa saat kira-kira sudah 2 jam lebih ada kejadian, lan diputus sama OP, aq tanya ke OP mas knp?
“Bentar mas ada perbaikan”, jawabnya.
Setelah beberapa saat Lan nyala lagi, seep OL lagi neeh (dalam hati). Tanpa disangka-sangka Mas OP datang ke box q trus bilang
“Mas bisa ikut bentar keatas?”, tanyanya
“Eehh….. boleh” jawab q
Pikiran ku dah parno neeh, mau digebukin pa diapain neeh. Oh Tuhan tolong hambamu ini.
OP tersebut terus keatas lantai 2 Warnet, otomatis aku ngikut aja daripada kenapa-kenapa.
Setelah diatas OPnya ngomong
“Mas mohon maaf tadi mas make IP utama jariangan kami yaa?” tuduhnya
Jeduaaaaaaaaaarrrrrrrrr, ibarat kesambit halilintar
Weks kapan ngambil alih IP utama dari tadi cuma ngenet doang cari bahan kuliah.
“Tadi jariangan kami trouble, trus kami trace ternyata IP komputer sampean yang pake IP, makanya sempat tadi mati kan?” jelasnya
“Waduh… mas saya nggak tau ganti IP utama mulai dari tadi cuma ngenet biasa sama pakai Download Manager aja, saya nggak tahu kalo itu ganti IP lho?” ujar q sebagai pembelaan.
“Masak mas soalnya tadi dah di scan lho, bahwa komp mas yang ngambil alih IP, udah 2 kali lho?”, tuduhnya
“Waduh gimana mas kemarin-kemarin saya juga nggak ada masalah beginian, gimana kalo saya pindah komputer aja?” tangkis ku
“Ya udah kalau gitu saya pindahin ke komputer lain” sembari turun dari lantai atas
Aku agak binun bin bloon bin blank, masak enak-enak ngenet dituduh mindahin IP. Habis turun Aku pindah ke komputer yang ditunjuk sama OP tadi dan ngelanjutin ngenet ampe paketan q habis.
Sekarang yang jadi pertanyaan kenapa aku yang biasa ngenet bisa dituduh ngambil alih IP padahal sekalipun aku sedikit tahu soal jaringan, tapi masih bloon soal mindahin IP. Gimana yaa…..
Mau tau analisisnya tunggu setelah pesan-pesan berikut ini
Komentar : Leave a Comment »
Kategori : Jaringan, Pengalaman, Security



Komentar